Fatwa MUI, Lakukah?

28 01 2009

Repost dari pustakamawar.wordprees.com

“Karenanya ijtima ini penting karena kita masih berkeyakinan bahwa Fatwa MUI hingga kini masih tetap ditunggu masyarakat,” sambutan Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin pada acara kumpul para ulama dan pakar di Padang kemarin.Klaim yang disampaikan oleh Pak Din Syamsuddin bahwa rakyat menunggu hasil produk fatwa MUI mereka klaim yang perlu diukur dan dikaji. Justru saya mempertanyakan, masihkah laku fatwa yang dihasilkan oleh MUI? Lhooo, kenapa bertanya demikian? Yaaa, karena ada beberapa alasan sebagai berikut: Read the rest of this entry »





Suara Anak Palestina

27 01 2009

Oleh M. Nurul Amin

Palestina, ya, Tuhan menghendaki aku terlahir di Palestina. Negeriku, Palestina, darahku, Palestina. Aku terlahir di tengah desing peluru dan aroma kematian. Aku tak tahu, mungkin saat aku dilahirkan, tak jauh dari sisiku, ada saudaraku sesama anak Palestina yang meregang nyawa dengan luka menganga di dada dan kepala akibat peluru yang meghujam atau pecahan bom yang mendera.

Aku menangis saat dilahirkan, itulah garis hidupku, untuk menangis diawal kehidupanku. Mungkin tak jauh dari sisiku, ada juga yang menangis, ya, Ibu dari anak Palestina yang kehilangan anak akibat kejamnya peperangan. Anak itu sudah tidak bisa lagi menangis, mana mungkin, dia sudah terbujur kaku, tak berdaya dengan darah mengalir dari luka yang pasti sakit tak terkira… Read the rest of this entry »





Israel, Berhentilah Berlagak Menjadi Korban!

27 01 2009

israel_tentara_lubang1Dalam bukunya “They Dare to Speak Out” yang diterbitkan pada 1985, mantan anggota Kongres, Paul Findley, mengungkapkan betapa kuatnya cengkeraman lobi Yahudi dan Israel di Amerika Serikat, terutama dalam masalah Timur Tengah, sehingga orang Amerika atau Barat yang berani mengkritik Israel dicap sebagai anti Yahudi dan pendukung Nazi.

Findley mengungkapkan, orang-orang kritis yang posisinya lemah telah diintimidasi dan disingkirkan, sementara yang lebih kuat diasingkan untuk kemudian dimiskinkan secara politik dan ekonomi, dideskreditkan oleh media massa, bahkan dilenyapkan sama sekali.

Senator Joseph Raymond McCarthy dari Partai Republik adalah salah seorang korbannya. Dia diasingkan dari ranah politik AS dan dideskreditkan oleh media massa sebagai komunis, bahkan penyebab kematiannya pun tidak jelas.

Kini, setelah agresi Israel ke Gaza, sebagian orang Amerika dan Barat mulai mengeluarkan kritik tajam pada Israel, bahkan beberapa diantaranya cenderung anti Yahudi.

Di Yunani, pada 29 Desember, Harian Avriani mengaitkan Perang Gaza dengan lobi Yahudi, “Setelah Yahudi Amerika menguasai kembali (sistem) kemakmuran dunia dan menenggelamkan dunia dalam satu krisis keuangan yang tak pernah terjadi sebelumnya, mereka mulai berlatih untuk (persiapan) Perang Dunia Ketiga.”

Sementara itu, di Italia, asosiasi dagang bernama Flacia-Uniti menyeru warga kota Roma untuk memboikot segala produk usaha buatan komunitas Yahudi.

“Kami tidak bisa terus diam terhadap apa yang sedang terjadi di Gaza. Read the rest of this entry »





WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

18 01 2009

Michael Heart menunjukan kepedulian terhadap penderitaan warga Ghaza atas kebiadaban Zionis Israel. Kepedulian musisi kelahiran Syria ini muncul di tengah-tengah ketidakpedulian para pemimpin Arab, terutama Kerajaan Arab Saudi dan Mesir. Michael Heart menunjukan kepeduliannya sebagai seorang musisi dengan membuat sebuah lagu berjudul “We Will Not Go Down,” yang sering terdengar di salah satu stasiun TV swasta (TV ONE) di Indonesia.

Michael Heart membuat lagu untuk Gaza secara gratis. Bahkan lebih jauhnya Michael Heart mengajak semua yang mendownload lagunya untuk kemudian memberikan donasi melalui lembaga-lembaga amal yang konsen terhadap warga Palestina, seperti UNWRA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East).

pesan dari Michael Heart untuk semua orang yang mendownload lagunya dapat dilihat di http://michaelheart.com/Song_for_Gaza.html

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Download mp3 WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

klik gambar dibawah






Catatan Perang Palestina-Israel

18 01 2009

Berikut catatan tahun-tahun bersejarah dan bersimbah darah sejak Israel dan Palestina membangun mimpi menjadi negara yang berdaulat.

2 November 1917
Inggris mencanangkan Deklarasi Balfour, yang dipandang pihak Yahudi dan Arab sebagai janji untuk mendirikan ”tanah air” bagi kaum Yahudi di Palestina.

1936-1939
Revolusi Arab dipimpin Amin Al-Husseini. Tak kurang dari 5.000 warga Arab terbunuh. Sebagian besar oleh Inggris. Ratusan orang Yahudi juga tewas. Husseini terbang ke Irak, kemudian ke wilayah Jerman, yang ketika itu dalam pemerintahan Nazi.

15 Mei 1948
Perang Kemerdekaan Israel. Secara sepihak Israel mengumumkan diri sebagai negara Yahudi. Inggris hengkang dari Palestina. Mesir, Suriah, Irak, Libanon, Yordania, dan Arab Saudi menabuh genderang perang melawan Israel. Read the rest of this entry »